Cecep Purwana

I am a Personal fun

Cecep Purwana

Seorang Driver Dump Truck Yang Menjadikan Computer Sebagai Hobi Dan Memiliki Ketertarikan Akan Dunia IT,Serta Ingin Selalu Mencoba Sesuatu Yang Baru Untuk Menambah Pengetahuan Dan Pengalaman Diri. "Computer is my hobby, the street is my life"

  • Jalan Raya Badau Km.11 Rt.006.Rw.002 Tanjung Pandan Belitung 33451
  • +628197887769
  • purwana.cecep@gmail.com
  • www.ceceppurwana.blogspot.co.id
Me

My Professional Skills

Web Development 90%
Internet Marketing 95%
Computer Technician 95%
Blogger 95%
Driver 97%

Jasa Pembuatan Website

Menerima jasa pembuatan website Usaha,Pribadi,Organisasi,Sekolah,Berita,Iklan Online,Toko Online,dll sesuai dengan permintaan anda

Service Computer

Jasa Service komputer belitung terpercaya dan berpengalaman.Kami memberikan service dan layanan terbaik sehingga customer merasa puas akan layanan yang kami berikan

Perakitan Computer

Jasa Perakitan Komputer kantor, pribadi, maupun game/warnet, Kami Memenuhi kebutuhan anda berdasarkan budget dengan mengutamakan kualitas

Internet Marketing

Merancang cara pemasaran atau modern marketing plan yang fokus mendapatkan prospek atau leads hingga meningkatkan convertion rate merupakan pilihan yang cepat, tepat dan murah.

Pemasangan CCTV

Menerima Jasa Setting CCTV , Jasa Pemasangan CCTV dan Perawatan CCTV untuk Rumah, Kafe, Hotel, Penginapan, Rumah Makan, Kantor, Warnet dan lain-lainnya.Keterangan lebih lanjut hubungi kami.

Maintenance Computer

Jasa Maintenance komputer untuk perkantoran,sekolah atau warnet,khusus bagi anda yang menghargai waktu berharga anda.Serahkan urusan ini kepada kami.Yang terbaik hanya untuk anda

0
completed project
0
my client
0
facebook like
0
work partners
Tampilkan postingan dengan label Tuneling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tuneling. Tampilkan semua postingan
  • Mengatasi Error -ama Pada Limiter Registry Panel UDP 2.5 Lite

    Halo Sobat,kali ini kita saya akan membuat sebuah artikel tentang bagai mana mengatasi Mengatasi Error -ama Pada Limiter Registry Panel UDP 2.5 Lite.
    Artikel ini saya buat untuk menjawab pertanyaan seorang teman kepada saya melalui akun media sosial saya.
    Dan juga tulisan ini adalah kelanjutan dari postingan sebelumnya yang berjudul : Memperbaiki Dan Mengaktifkan Fitur Multi-Login Limiter di Panel UDP.
    Jadi jika sobat belum membaca artikel tersebut saya sarankan untuk membacanya terlebih dahulu untuk lebih memahami apa yang akan kita bahas pada topik kali ini.
    Teman-teman mungkin bertanya dari mana tulisan -ama ini bisa muncul pada menu registry udp 2.5 lite ?
    Jawaban nya , tulisan ini muncul ketika teman-teman melakukan penghapusan daftar nama user yang melakukan multilogin dari daftar.Setelah melakukan penghapusan dengan menekan angka 0 ,tiba-tiba tulisan -ama akan muncul dan fungsi dari fitur multilogin limiter akan berhenti bekerja.
    Teman-teman juga akan bertanya kenapa hal ini bisa terjadi ?
    1.1. Munculnya tulisan -ama: Saat Anda menekan 0 to clear record, script asli menjalankan perintah ini: print_center -ama "" >/etc/limit.log. Fungsi print_center -ama adalah perintah untuk mewarnai tulisan (biasanya warna kuning). Saat perintah warna itu disuruh menulis ke dalam file teks biasa (/etc/limit.log), dia bingung. Dia tidak bisa menulis warna di file teks, jadi dia hanya menuliskan sisa kodenya, yaitu spasi dan teks -ama. File log Anda bukan kosong, tapi isinya sampah warna.
    2.Kenapa Log Berhenti Tercatat? Ini yang paling licik. Di dalam kode menu asli, ada baris pemantau tersembunyi: "Jika user masuk ke menu Limit Accounts, cek apakah limiter sedang berjalan. Jika ya, MATIKAN". Jadi, ketika Anda masuk ke menu Limit Accounts hanya untuk sekedar melihat log (Limit Registry), si script menu langsung membunuh proses limiter kita di belakang layar secara diam-diam! Itulah kenapa setelah itu tidak ada lagi yang terblokir.
    Disini saya akan memberikan langkah perbaikan dengan 2 cara,kamu bisa memilih cara mana yang paling mudah untuk kamu gunakan.
    Cara 1
    Cara Memperbaikinya (Langkah Demi Langkah)
    Kita harus menyadap dan memperbaiki 2 baris kode di dalam file menu utama Anda.
    Langkah 1: Buka Script Menu Utama
    Ketik perintah ini di SSH:
    nano /usr/bin/udp
    Langkah 2: Cari dan Nonaktifkan "Pembunuh Limiter"
    Di dalam file yang sangat panjang itu, tekan Ctrl+W di keyboard (fungsi pencarian), lalu ketik: Check if limiter is already running lalu tekan Enter.
    Anda akan menemukan baris kode yang mirip seperti ini:
        # Check if limiter is already running and remove from scheduled tasks if so
        for i in $(atq | awk '{print $1}'); do
          if [[ ! $(at -c $i | grep '/etc/limiter.sh') = "" ]]; then
            atrm $i
            sed -i '/etc/limiter.sh/d' /var/spool/cron/crontabs/root
            print_center -verd "Limiter stopped"
            enter
            return
          fi
        done
    GANTI kode di atas menjadi komentar (dinonaktifkan) dengan menambahkan tanda # di depan setiap barisnya, sehingga hasilnya persis seperti ini:
        # PERBAIKAN Z: Nonaktifkan auto-kill supaya limiter tidak dimatikan saat buka menu
        # for i in $(atq | awk '{print $1}'); do
        #   if [[ ! $(at -c $i | grep '/etc/limiter.sh') = "" ]]; then
        #     atrm $i
        #     sed -i '/etc/limiter.sh/d' /var/spool/cron/crontabs/root
        #     print_center -verd "Limiter stopped"
        #     enter
        #     return
        #   fi
        # done
    Langkah 3: Perbaiki Cara Mengosongkan Log
    Sekarang, tekan Ctrl+W lagi untuk mencari, ketik: option = "0" lalu tekan Enter.
    Anda akan menemukan 2 hasil. Cari yang ada di dalam fungsi log(), bentuknya seperti ini:
        read option
        [[ $option = "0" ]] && print_center -ama "" >/etc/limit.log
      }
    GANTI baris [[ $option... tersebut dengan perintah pengosongan file yang bersih:
        read option
        [[ $option = "0" ]] && echo "" > /etc/limit.log
      }
    Langkah 4: Simpan dan Bersihkan
    1.Simpan file yang sudah diperbaiki: Tekan Ctrl+O, lalu Enter, lalu Ctrl+X.
    2.Sekarang, bersihkan tulisan -ama yang nyangkut di log tadi dengan ketik:
    echo "" > /etc/limit.log
    Tes Akhir
    Sekarang sistem sudah bersih dari jebakan. Mari kita pastikan semuanya bekerja mulus:
    1.Nyalakan kembali limiter lewat menu:
    udp
    2.Pilih: 1 (UDP Custom) -> 7 (Limit Accounts) -> 1 (Multi-Login Limiter). Isi waktu cek 1 dan unblock 5 seperti biasa. (Jika muncul tulisan Limiter started, berarti sukses).
    3.Buka Menu Log untuk Membuktikan:
    Masuk lagi ke menu: udp -> 1 -> 7 -> 3 (Limiter Log).
    Pastikan sekarang tidak ada tulisan -ama lagi, dan log pemblokiran user Anda muncul dengan rapi.
    4.Tes Clear Record:
    Saat di dalam menu Log tadi, tekan 0 lalu Enter. Keluar dari menu, lalu masuk lagi ke menu Log. Sekarang seharusnya sudah muncul tulisan "no account limiter record" yang bersih!
    Cara 2
    Mengedit file panjang pakai nano memang sangat rentan salah letak, apalagi harus cari kata per kata.
    Kali ini saya akan memberikan perintah otomatis (Sihir Linux) yang akan mengedit sendiri file tersebut secara presisi tanpa Anda harus membuka nano sama sekali. Anda hanya perlu Copy-Paste perintahnya.
    Ikuti langkah ini persis seperti yang tertulis:
    LANGKAH 1: Cadangkan File Asli (Biar Aman)
    Ketik perintah ini untuk membackup file menu Anda sebelum diubah otomatis:
    cp /usr/bin/udp /usr/bin/udp.backup
    (Tidak akan muncul pesan apa-apa jika berhasil, langsung lanjut ke langkah 2)
    LANGKAH 2: Otomatis Nonaktifkan "Pembunuh Limiter"
    Copy perintah panjang ini, lalu paste di SSH lalu tekan Enter:
    sed -i '/Check if limiter is already running/,/done/ s/^/    # /' /usr/bin/udp
    Penjelasan: Perintah ini secara otomatis mencari blok kode "Check if limiter..." sampai kata "done", lalu menambahkan tanda # di depan setiap barisnya sehingga dinonaktifkan.
    LANGKAH 3: Otomatis Perbaiki Pengosongan Log
    Copy perintah ini, lalu paste di SSH lalu tekan Enter:
    sed -i 's/print_center -ama "" >\/etc\/limit.log/echo "" > \/etc\/limit.log/' /usr/bin/udp
    Penjelasan: Perintah ini secara otomatis mencari perintah sampah lama, dan langsung menggantinya dengan perintah echo yang bersih.
    LANGKAH 4: Bersihkan Tulisan Sampah "-ama"
    Sekarang kita bersihkan file log yang kemarin terkontaminasi tulisan aneh:
    echo "" > /etc/limit.log
    LANGKAH 5: Matikan Sisa Proses dan Nyalakan Ulang
    Karena tadi menu sempat mematikan limiter secara paksa, kita harus menghidupkannya lagi lewat menu.
    1.Matikan dulu semua proses limiter yang mungkin nyangkut:
    pkill -f limiter.sh
    2.Sekarang Reboot vps,tunggu beberapa saat hingga proses reboot selesai dan vps hidup kembali.
    3.Setelah vps hidup kembali,buka menu Anda:
    udp
    4.Masuk ke menu seperti biasa:
    Pilih 1 (UDP Custom) -> Pilih 7 (Limit Accounts) -> Pilih 1 (Multi-Login Limiter).
    Isi waktu cek: 1 -> Isi waktu unblock: 5.
    Cara Membuktikan Sekarang
    1.Tes Clear Record:
    Dari menu utama, masuk ke: 7 (Limit Accounts) -> 3 (Limiter Log).
    Jika muncul tulisan "no account limiter record", berarti tulisan -ama sudah berhasil dibersihkan. Tekan 0 lalu Enter. Masuk lagi ke menu Log, pastikan tetap bersih.
    2.Tes Multilogin:
    Hubungkan 2 HP. Tunggu 1-2 menit sampai putus.
    Lalu masuk lagi ke menu Limiter Log. Sekarang log akan tercatat dengan rapi tanpa error, dan sistem tetap berjalan di background meskipun Anda bolak-balik buka menu!
    Selamat mencoba dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.See you...
  • Memperbaiki Dan Mengaktifkan Fitur Multi-Login Limiter di Panel UDP

    Pendahuluan:
    Jika Anda menggunakan script UDP Custom Manager, Anda mungkin menyadari bahwa fitur "Account Limiter" atau "Multi-Login Limiter" di dalam menu tidak bekerja sama sekali saat digunakan untuk tunnel UDP Custom. User tetap bisa login menggunakan 2 HP atau lebih tanpa terputus.
    Mengapa bisa begitu?
    Karena script limiter bawaan adalah warisan dari tunnel SSH/Dropbear. Cara kerjanya adalah menghitung proses sshd milik user. Sedangkan pada UDP Custom, ketika 2 HP login, sistem Linux tidak membuat proses baru. Semua data masuk ke satu pintu utama yaitu binary udp-custom. Akibatnya, script limiter menganggap user tidak melakukan apa-apa.
    Solusi :
    Kita akan membuang logika lama tersebut dan membuat ulang "Mesin Limiter" yang cara kerjanya memata-matai Log Sistem (journalctl) milik service udp-custom. Jika mesin menemukan 2 alamat IP berbeda yang login menggunakan 1 username yang sama, sistem akan langsung mengunci akunnya dan memblokir IP-nya menggunakan Firewall (iptables).
    Berikut adalah langkah-langkah dari NOL sampai selesai:
    Langkah 1: Membersihkan Sisa Limiter Lama
    Sebelum memasang yang baru, kita harus memastikan tidak ada proses limiter lama yang nyangkut di sistem (agar tidak bentrok). Buka SSH/Putty, lalu ketik perintah ini:
    pkill -f limiter.sh
    for i in $(atq | awk '{print $1}'); do atrm $i; done
    Langkah 2: Membuat Script Pembersih (Auto-Unblock)
    Script ini bertugas membuka kembali akun user dan menghapus blokiran IP secara otomatis setelah masa hukuman selesai (sesuai waktu yang diatur di menu).
    1.Ketik perintah ini untuk membuat file baru:
    nano /etc/UDPCustom/unblock_user.sh
    2.Copy kode di bawah ini, lalu klik kanan di layar Putty untuk menempelkannya:
    #!/bin/bash
    user=$1
    usermod -U $user
    if [ -f /etc/UDPCustom/blocked_ips_${user}.txt ]; then
        while read ip; do
            iptables -D INPUT -s $ip -j DROP 2>/dev/null
        done < /etc/UDPCustom/blocked_ips_${user}.txt
        rm -f /etc/UDPCustom/blocked_ips_${user}.txt
    fi
    echo "$(date '+%Y-%m-%d %H:%M:%S') - $user Unblocked" >> /etc/limit.log
    3.Simpan file dengan cara: Tekan Ctrl+O di keyboard, lalu tekan Enter, lalu tekan Ctrl+X untuk keluar dari nano.
    Langkah 3: Membuat Script Utama (Mesin Deteksi Multi-Login)
    Ini adalah inti dari sistem pembatasan kita. Script ini akan berjalan terus-menerus di background.
    1.Ketik perintah ini untuk membuka file limiter utama:
    nano /etc/UDPCustom/limiter.sh
    2.HAPUS SEMUA ISI LAMA yang ada di dalamnya (Anda bisa menekan tombol Ctrl+K berulang kali sampai layar kosong).
    3.Copy kode baru di bawah ini, lalu klik kanan untuk menempelkannya:
    Terminal
    4.Simpan file: Tekan Ctrl+O, lalu tekan Enter, lalu tekan Ctrl+X.
    Langkah 4: Memberikan Izin Eksekusi
    Secara default, file yang baru kita buat hanya bisa dibaca. Kita harus mengubahnya menjadi file yang bisa "dijalankan" oleh sistem Linux.
    Ketik kedua perintah ini satu per satu:
    chmod +x /etc/UDPCustom/unblock_user.sh
    chmod +x /etc/UDPCustom/limiter.sh
    Langkah 5: Mengaktifkan Melalui Menu Panel UDP Mesin sudah siap. Sekarang kita tinggal menggunakan User Interface (UI) menu UDP yang sudah ada untuk menghidupkannya.
    1.Ketik perintah ini untuk membuka menu utama:
    udp
    2.Pilih UDP Custom (Ketik 1 lalu Enter).
    3.Pilih Limit Accounts (Ketik 7 lalu Enter).
    4.Pilih MULTI-LOGIN LIMITER (Ketik 1 lalu Enter).
    5.Run limiter every (in minutes): Masukkan angka 1 (artinya sistem akan mengecek setiap 1 menit), lalu Enter.
    6.Unblock users every (in minutes):
    => Jika ingin diblokir selamanya sampai Anda buka manual, ketik 0.
    => Jika ingin diblokir otomatis selama 5 menit lalu hidup lagi, ketik 5, lalu Enter.
    Jika muncul tulisan "Limiter started", berarti sistem sudah berjalan di background VPS Anda.
    Bagaimana Cara Menguji / Membuktikannya?
    1.Ambil 2 buah HP.
    2.Hubungkan keduanya menggunakan 1 akun yang sama (Pastikan di menu create user, Connection Limit-nya diisi angka 1).
    3.Tunggu sekitar 1-2 menit.
    4.Kedua HP akan langsung kehilangan koneksi internet (Tidak bisa browsing).
    5.Jika Anda mencoba connect lagi, akan gagal (Karena akun terkunci).
    Cara Melihat Log Aktivitas:
    Anda bisa melihat siapa saja yang tertangkap melanggar aturan dengan mengetik perintah ini di SSH:
    cat /etc/limit.log
    Catatan Penting:
    Jika suatu hari Anda menghapus user tersebut dari menu panel, sistem akan otomatis membersihkan dirinya sendiri. Namun, jika Anda ingin menghapus semua jejak blokiran IP di firewall secara paksa, cara paling aman adalah dengan melakukan Reboot VPS.
    Penutup:
    Dengan modifikasi ini, fitur limiter yang tadinya hanya "Hiasan" di script Anda, kini telah menjadi senjata nyata untuk menjaga kestabilan VPS dari user yang membagi akun.
    Selamat mencoba !!!
  • UDP Script NO Multilogin VFinal

    udp script no multilogin
    Panduan Membuat Penjaga Koneksi UDP Anti Multi-Login 
     Tujuan : 
     1.Mencegah satu user terhubung dari beberapa IP secara bersamaan. 
    2.Otomatis melepas blokir IP setelah 15 menit tidak aktif (sistem yang adil). 
    3.Memiliki "memori" koneksi saat pertama kali dijalankan. 
    4.Dapat diaktifkan/dinonaktifkan secara manual, dan statusnya akan diingat setelah reboot VPS.
    Langkah 1: Buat Struktur Direktori yang Diperlukan
    Sistem Operasi Ubuntu Server 20.04 lts s/d Ubuntu Server 24.04 lts
    Instal conntrack (jika belum ada). Ini adalah alat penting untuk memutus koneksi secara paksa.
    sudo apt update && sudo apt install conntrack -y
    Pastikan tool kalkulasi (bc) terinstall (biasanya sudah ada, tapi ini untuk jaga-jaga):
    sudo apt install bc -y
    Jalan kan perintah berikut :
    sudo mkdir -p /opt/udp-proxy/bin
    sudo mkdir -p /opt/udp-proxy/log
    Langkah 2: Membuat Skrip Utama Penjaga
    1.Buat file skrip:
    sudo nano /opt/udp-proxy/bin/enforcer_service.sh
    2.Salin dan tempel seluruh skrip di bawah ini.
    Terminal
    3.Simpan dan keluar (Ctrl+X, Y, Enter).
    4.Berikan izin eksekusi:
    sudo chmod +x /opt/udp-proxy/bin/enforcer_service.sh
    Langkah 3: Membuat Layanan systemd
    1.Buat file layanan:
    sudo nano /etc/systemd/system/udp-enforcer.service
    2.Salin dan tempel konfigurasi berikut:
    [Unit]
    Description=UDP Enforcer Service
    After=network.target udp-custom.service
    
    [Service]
    Type=simple
    ExecStart=/opt/udp-proxy/bin/enforcer_service.sh
    Restart=always
    RestartSec=5
    User=root
    
    [Install]
    WantedBy=multi-user.target
    3.Simpan dan keluar (Ctrl+X, Y, Enter).
    Catatan :
    Perintah di bawah ini hanya di gunakan untuk mengedit Layanan systemd saja. Jika tidak , Jangan Gunakan !!! Lewati langkah ini dan lanjutkan ke Langkah 4: Membuat Perintah Kontrol Manual (enforcer-on / enforcer-off) .
    Perintah Untuk Mengedit Layanan systemd
    sudo nano /etc/systemd/system/udp-enforcer.service
    # Paste konfigurasi atau Edit konfigurasi, lalu Simpan dan keluar (Ctrl+X, Y, Enter)
    # Jalan kan satu persatu perintah ini : 
    sudo systemctl daemon-reload
    sudo systemctl enable udp-enforcer.service
    sudo systemctl restart udp-enforcer.service
    Langkah 4: Membuat Perintah Kontrol Manual (enforcer-on / enforcer-off)
    Ini adalah kunci untuk kontrol yang "ber-ingat".
    1.Buat perintah enforcer-on:
    sudo nano /usr/local/bin/enforcer-on
    Salin dan tempel:
    #!/bin/bash
    FLAG_FILE="/opt/udp-proxy/log/enforcer.enabled"
    SERVICE_NAME="udp-enforcer.service"
    
    echo "Mengaktifkan Penjaga Koneksi..."
    
    # Buat direktori log jika belum ada untuk mencegah error
    sudo mkdir -p "$(dirname "$FLAG_FILE")"
    
    sudo touch "$FLAG_FILE"
    sudo systemctl start "$SERVICE_NAME"
    sudo systemctl enable "$SERVICE_NAME"
    echo "Penjaga telah diaktifkan. Statusnya akan diingat setelah reboot."
    2.Buat perintah enforcer-off:
    sudo nano /usr/local/bin/enforcer-off
    Salin dan tempel:
    #!/bin/bash
    FLAG_FILE="/opt/udp-proxy/log/enforcer.enabled"
    SERVICE_NAME="udp-enforcer.service"
    
    echo "Menonaktifkan Penjaga Koneksi..."
    sudo systemctl stop "$SERVICE_NAME"
    sudo rm -f "$FLAG_FILE"
    echo "Penjaga telah dinonaktifkan. Statusnya akan diingat setelah reboot."
    3.Berikan izin eksekusi pada kedua perintah:
    sudo chmod +x /usr/local/bin/enforcer-on
    sudo chmod +x /usr/local/bin/enforcer-off
    5.Langkah 5: Finalisasi dan Aktivasi Awal
    Langkah terakhir untuk menyelesaikan setup dan mengaktifkan Penjaga untuk pertama kalinya.
    1.Muat ulang systemd untuk mengenali layanan baru:
    sudo systemctl daemon-reload
    2.Aktifkan layanan sekali saja
    sudo systemctl enable udp-enforcer.service
    3.Aktifkan Penjaga untuk pertama kalinya:
    enforcer-on
    4.Verifikasi statusnya:
    sudo systemctl status udp-enforcer.service
    Anda harus melihat Active: active (running).
    Jalankan perintah-perintah ini secara manual untuk pengecekan urutan aturan:
    sudo iptables -D INPUT -p udp --dport 36712 -j UDP_ENFORCER
    sudo iptables -I INPUT 1 -p udp --dport 36712 -j UDP_ENFORCER
    Sekarang, coba lagi perintah :
    sudo iptables -L INPUT -n -v --line-numbers
    Hasilnya harusnya terlihat seperti ini:
    Chain INPUT (policy ACCEPT ...)
    num   pkts bytes target     prot opt in     out     source               destination         
    1        0     0 UDP_ENFORCER  udp  --  *      *       0.0.0.0/0            0.0.0.0/0            udp dpt:36712
    2    1355K  318M ACCEPT     udp  --  *      *       0.0.0.0/0            0.0.0.0/0            udp dpt:36712
    ...
    Sekarang UDP_ENFORCER ada di posisi #1. Sistem blokir seharusnya sudah bekerja!
    Restart layanan untuk menerapkan perubahan:
    sudo systemctl restart udp-enforcer.service
    Ringkasan Perintah Tanpa Panel/Manual
    Mengaktifkan Penjaga
    enforcer-on
    Menonaktifkan Penjaga
    enforcer-off
    Cek Status Layanan
    sudo systemctl status udp-enforcer.service
    Lihat Log Aktivitas
    sudo journalctl -u udp-enforcer.service -f --no-pager
    Lihat IP yang Diblokir
    sudo iptables -L UDP_ENFORCER -n -v
    Lepas Semua Blokir
    sudo iptables -F UDP_ENFORCER
    Hapus File State (Reset)
    echo "" > /opt/udp-proxy/log/enforcer_state.log

  • Membuat Menu Panel UDP Hunter

    panel_udp_hunter

    Ini adalah kelanjutan postingan sebelumnya dengan judul : Sistem Anti-MultiLogin UDP dengan Panel On/Off . Jika anda menemukan postingan ini harap untuk membuka dan membaca postingan sebelumnya untuk memahami secara utuh apa yang akan kita bahas di postingan ini.
    Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk membuatnya.
    Langkah 1: Membuat File Skrip hunter
    Kita akan membuat file skrip bernama hunter di direktori /usr/local/bin. Direktori ini ada di PATH sistem, artinya Anda bisa menjalankan skrip dari mana saja dengan cukup mengetik namanya.
    1.Buat file skrip dengan nano:
    sudo nano /usr/local/bin/hunter
    2.Copy-paste seluruh kode di bawah ini ke dalam file nano:
    Terminal
    3.Simpan dan keluar (Ctrl+X, Y, Enter).
    Langkah 2: Jadikan Skrip Dapat Dieksekusi
    Agar skrip hunter bisa dijalankan, kita perlu memberinya izin eksekusi.
    sudo chmod +x /usr/local/bin/hunter
    1 Langkah 3: Cara Menggunakan Menu hunter
    1.Buka terminal.
    2.Ketik perintah berikut untuk membuka menu:
    sudo hunter
    1 3.Anda akan melihat menu interaktif seperti ini:
    PANEL PENJAGA UDP - HUNTER========================================== 1.Aktifkan Penjaga UDP
    2.Nonaktifkan Penjaga UDP
    3.Lihat Status Penjaga
    4.Pantau Log Aktivitas (Live)
    5.Lihat IP yang Diblokir
    6.Bersihkan Semua IP yang Diblokir
    7.Keluar
    Masukkan pilihan Anda [1-7]:
    Enter your code here...
    Sekarang, panel interaktif Anda siap digunakan!
  • Sistem Anti-MultiLogin UDP dengan Panel On-Off

    udp script no multilogin
    Jika anda adalah admin dari sebuah server tunneling khususnya layanan UDP,ini adalah script Sistem Anti-MultiLogin UDP dengan Panel On/Off.Dengan cara ini anda bisa melihat user mana yang melakukan kecurangan multilogin akan bisa di atasi dengan mudah dan realtime.Script ini bisa di gunakan di Ubuntu 20.04 sampai dengan Ubuntu 24.04
    Langkah 0: Persiapan Dan Prasyarat :
    Sebelum memulai, pastikan dua hal ini terpenuhi.
    1.Pastikan Anda memiliki layanan UDP proxy yang sudah berjalan. Anda perlu mengetahui nama layanan systemd-nya. Nama yang umum adalah udp-custom.service, udp-proxy.service, atau xray.service. Untuk panduan ini, kita akan menggunakan udp-custom.service sebagai contoh. Ganti dengan nama layanan Anda yang sebenarnya.
    Cari nama layanan Anda:
    systemctl list-units --type=service | grep -i udp
    2.Instal conntrack. Alat ini wajib untuk memutus koneksi UDP secara paksa.
    # Untuk Debian/Ubuntu
    sudo apt update && sudo apt install conntrack -y
    Langkah 1: Membuat Skrip Penjaga Utama
    Ini adalah otak dari sistem. Skrip ini akan memantau log, mengelola status, dan mengeksekusi aturan firewall.
    1.Buat file skrip di lokasi yang standar:
    sudo nano /opt/udp-proxy/bin/enforcer_service.sh
    2.Copy-paste seluruh kode di bawah ini. Jangan ubah apa pun kecuali yang ada di bagian "KONFIGURASI".
    #!/bin/bash
    
    # =================================================================
    # --- CEK FILE BENDERA (PANEL KONTROL) ---
    # Skrip akan berhenti jika file bendera ini tidak ada.
    # =================================================================
    FLAG_FILE="/opt/udp-proxy/log/enforcer.enabled"
    if [ ! -f "$FLAG_FILE" ]; then
        echo "[$(date)] File bendera '$FLAG_FILE' tidak ditemukan. Penjaga tidak aktif. Keluar."
        exit 0
    fi
    
    # =================================================================
    # --- KONFIGURASI PENJAGA (UBAH BAGIAN INI SAJA) ---
    # =================================================================
    PROTECTED_PORT=36712         # Port UDP yang dilindungi
    STATE_FILE="/opt/udp-proxy/log/enforcer_state.log"
    IPTABLES_CHAIN="UDP_ENFORCER"
    MEMORY_MINUTES=10            # Berapa lama mengingat sesi yang tidak aktif
    TIMEOUT_MINUTES=15           # Sesi dianggap hangus setelah X menit tidak ada aktivitas
    GRACE_PERIOD_SECONDS=0       # Waktu tunggu sebelum IP lama ditendang (0 detik = segera)
    # Nama layanan UDP proxy Anda (DITEMUKAN DI LANGKAH 0)
    UDP_SERVICE_NAME="udp-custom.service"
    # =================================================================
    
    # --- PASTIKAN DIREKTORI YANG DIPERLUKAN ADA ---
    mkdir -p "$(dirname "$STATE_FILE")"
    touch "$STATE_FILE"
    
    # =================================================================
    # --- FUNGSI PEMBERSIH (OTOMATIS LUPA & EKSEKUSI TIMER) ---
    # =================================================================
    function cleanup() {
        echo "[$(date)] =====> MEMULAI PEMBERSIHAN DAN EKSEKUSI TIMER <====="
        local current_time=$(date +%s)
        local timeout_seconds=$((TIMEOUT_MINUTES * 60))
        local temp_state_file=$(mktemp)
    
        while IFS=':' read -r user ip last_seen violation_time; do
            if [[ -z "$user" || -z "$ip" || -z "$last_seen" ]]; then continue; fi
            
            local elapsed=$((current_time - last_seen))
    
            if [ "$elapsed" -lt "$timeout_seconds" ]; then
                if [[ -n "$violation_time" ]]; then
                    local violation_elapsed=$((current_time - violation_time))
                    if [ "$violation_elapsed" -ge "$GRACE_PERIOD_SECONDS" ]; then
                        echo "[$(date)] >>> EKSEKUSI: Timer habis. Memutus & memblokir IP '$ip' (user: '$user')..."
                        sudo conntrack -D -s "$ip" -p udp 2>/dev/null
                        if ! sudo iptables -C "$IPTABLES_CHAIN" -s "$ip" -j DROP &> /dev/null; then
                            sudo iptables -A "$IPTABLES_CHAIN" -s "$ip" -j DROP -m comment --comment "Kicked $USER on $(date +%F-%T)"
                            echo "[$(date)] >>> IP '$ip' telah diblokir."
                        fi
                        continue
                    else
                        echo "[$(date)] [DEBUG] Timer untuk IP '$ip' user '$user' belum habis. Menunggu..."
                        echo "${user}:${ip}:${last_seen}:${violation_time}" >> "$temp_state_file"
                    fi
                else
                    echo "[$(date)] [DEBUG] Sesi normal untuk user '$user' dari IP '$ip'."
                    echo "${user}:${ip}:${last_seen}:" >> "$temp_state_file"
                fi
            else
                echo "[$(date)] Sesi untuk user '$user' dari IP '$ip' kadaluarsa. Membuka blokir..."
                local rule_num=$(sudo iptables -L "$IPTABLES_CHAIN" --line-numbers -n | grep "$ip" | awk '{print $1}' | head -n 1)
                if [ -n "$rule_num" ]; then
                    sudo iptables -D "$IPTABLES_CHAIN" "$rule_num"
                fi
            fi
        done < "$STATE_FILE"
    
        mv "$temp_state_file" "$STATE_FILE"
        echo "[$(date)] =====> PEMBERSIHAN SELESAI <====="
    }
    
    # =================================================================
    # --- FUNGSI BLOCKING SEGERA (Pendekatan 1) ---
    # =================================================================
    function immediate_block() {
        local user="$1"
        local old_ip="$2"
        echo "[$(date)] >>> EKSEKUSI SEGERA: Memutus & memblokir IP '$old_ip' (user: '$user')..."
        sudo conntrack -D -s "$old_ip" -p udp 2>/dev/null
        if ! sudo iptables -C "$IPTABLES_CHAIN" -s "$old_ip" -j DROP &> /dev/null; then
            sudo iptables -A "$IPTABLES_CHAIN" -s "$old_ip" -j DROP -m comment --comment "Kicked $user on $(date +%F-%T)"
            echo "[$(date)] >>> IP '$old_ip' telah diblokir SEGERA."
        fi
    }
    
    # =================================================================
    # --- INISIALISASI PENJAGA ---
    # =================================================================
    # Buat chain jika belum ada
    if ! sudo iptables -L "$IPTABLES_CHAIN" &> /dev/null; then
        echo "[$(date)] Membuat chain iptables: $IPTABLES_CHAIN"
        sudo iptables -N "$IPTABLES_CHAIN"
    fi
    
    # --- PASTIKAN POSISI ATURAN BENAR (KRUSIAL) ---
    echo "[$(date)] Memastikan aturan iptables berada di posisi teratas..."
    sudo iptables -D INPUT -p udp --dport "$PROTECTED_PORT" -j "$IPTABLES_CHAIN" 2>/dev/null
    sudo iptables -D FORWARD -p udp --dport "$PROTECTED_PORT" -j "$IPTABLES_CHAIN" 2>/dev/null
    sudo iptables -F "$IPTABLES_CHAIN" # Bersihkan aturan lama
    sudo iptables -I INPUT 1 -p udp --dport "$PROTECTED_PORT" -j "$IPTABLES_CHAIN"
    sudo iptables -I FORWARD 1 -p udp --dport "$PROTECTED_PORT" -j "$IPTABLES_CHAIN"
    
    # Jalankan cleanup di latar belakang (setiap 1 menit - Pendekatan 2)
    while true; do
        cleanup
        sleep 60  # Cek setiap 1 menit (bukan 5 menit)
    done &
    CLEANUP_PID=$!
    trap 'kill $CLEANUP_PID; exit' SIGTERM SIGINT
    
    # Memori awal
    echo "[$(date)] Memuat memori awal dari $MEMORY_MINUTES menit terakhir..."
    sudo journalctl -u "$UDP_SERVICE_NAME" --since "$MEMORY_MINUTES minutes ago" --no-pager | grep "Client connected" | sort | awk -F'[][]' '
    {
        for (i=1; i<=NF; i++) {
            if ($i ~ /src:/) { split($i, s, ":"); ip = s[2]; }
            if ($i ~ /user:/) { split($i, u, ":"); user = u[2]; }
        }
        if (user && ip) {
            print user ":" ip ":" systime() ":" > "'"$STATE_FILE"'"
        }
    }'
    awk -i inplace '!seen[$0]++' "$STATE_FILE"
    echo "[$(date)] Memori awal selesai. Penjaga siap bertugas!"
    
    # Loop utama pemantauan
    echo "[$(date)] Memantau log layanan: $UDP_SERVICE_NAME"
    sudo journalctl -u "$UDP_SERVICE_NAME" -f --no-tail | while read line; do
        if [[ "$line" == *"[INFO]"*"[src:"*"[user:"*"Client connected"* ]]; then
            IP=$(echo "$line" | awk -F'[][]' '{for(i=1;i<=NF;i++){if($i ~ /src:/){split($i, a, ":"); print a[2]}}}')
            USER=$(echo "$line" | awk -F'[][]' '{for(i=1;i<=NF;i++){if($i ~ /user:/){split($i, a, ":"); print a[2]}}}')
            if [[ -n "$IP" && -n "$USER" ]]; then
                echo "[$(date)] Koneksi baru: User '$USER' dari IP '$IP'"
                LAST_ENTRY=$(grep "^${USER}:" "$STATE_FILE" | tail -n 1)
                LAST_IP=$(echo "$LAST_ENTRY" | cut -d':' -f2)
                if [[ -n "$LAST_IP" && "$LAST_IP" != "$IP" ]]; then
                    echo "[$(date)] >>> PELANGGARAN: User '$USER' multi-login (IP lama: '$LAST_IP', IP baru: '$IP')."
                    # Panggil blocking segera (Pendekatan 1)
                    immediate_block "$USER" "$LAST_IP"
                    # Hapus entri lama tanpa menunggu grace period
                    sed -i "/^${USER}:${LAST_IP}:/d" "$STATE_FILE"
                fi
                echo "${USER}:${IP}:$(date +%s)::" >> "$STATE_FILE"
                awk -i inplace '!seen[$0]++' "$STATE_FILE"
            fi
        elif [[ "$line" == *"[INFO]"*"[src:"*"[user:"*"Client disconnected"* ]]; then
            IP=$(echo "$line" | awk -F'[][]' '{for(i=1;i<=NF;i++){if($i ~ /src:/){split($i, a, ":"); print a[2]}}}')
            USER=$(echo "$line" | awk -F'[][]' '{for(i=1;i<=NF;i++){if($i ~ /user:/){split($i, a, ":"); print a[2]}}}')
            if [[ -n "$IP" && -n "$USER" ]]; then
                echo "[$(date)] User '$USER' dari IP '$IP' disconnect. Membersihkan state..."
                sed -i "/^${USER}:${IP}:/d" "$STATE_FILE"
            fi
        fi
    done
    3.Simpan dan keluar (Ctrl+X, Y, Enter).
    4.Jadikan skrip dapat dieksekusi:
    sudo chmod +x /opt/udp-proxy/bin/enforcer_service.sh
    Langkah 2: Membuat Layanan systemd
    Ini membuat skrip penjaga berjalan otomatis di latar belakang dan restart jika gagal.
    1.Buat file layanan:
    sudo nano /etc/systemd/system/udp-enforcer.service
    2.Copy-paste konfigurasi berikut:
    [Unit]
    Description=UDP Multi-Login Enforcer Service
    After=network.target udp-custom.service
    
    [Service]
    Type=simple
    User=root
    ExecStart=/opt/udp-proxy/bin/enforcer_service.sh
    Restart=always
    RestartSec=10s
    
    [Install]
    WantedBy=multi-user.target
    Penting: Jika nama layanan UDP Anda bukan udp-custom.service, ubah baris After=... sesuai.
    3.Simpan dan keluar (Ctrl+X, Y, Enter).
    4.Aktifkan layanan untuk berjalan saat boot:
    sudo systemctl daemon-reload
    sudo systemctl enable udp-enforcer.service
    Langkah 3: Membuat Panel Kontrol On/Off
    Ini adalah antarmuka sederhana untuk mengontrol penjaga.
    1.Buat direktori untuk panel:
    sudo mkdir -p /opt/udp-proxy/panel
    2.Buat skrip enable.sh:
    sudo nano /opt/udp-proxy/panel/enable.sh
    Isi dengan:
    #!/bin/bash
    echo "Mengaktifkan Penjaga UDP..."
    # Pastikan direktori log ada
    sudo mkdir -p /opt/udp-proxy/log
    # Buat file bendera
    sudo touch /opt/udp-proxy/log/enforcer.enabled
    # Restart layanan untuk menerapkan
    sudo systemctl restart udp-enforcer.service
    echo "Penjaga UDP telah diaktifkan dan dimulai ulang."
    3.Buat skrip disable.sh:
    sudo nano /opt/udp-proxy/panel/disable.sh
    Isi dengan:
    #!/bin/bash
    echo "Menonaktifkan Penjaga UDP..."
    # Hapus file bendera
    sudo rm -f /opt/udp-proxy/log/enforcer.enabled
    # Hentikan layanan
    sudo systemctl stop udp-enforcer.service
    echo "Penjaga UDP telah dinonaktifkan dan dihentikan."
    4.Jadikan kedua skrip panel dapat dieksekusi:
    sudo chmod +x /opt/udp-proxy/panel/enable.sh
    sudo chmod +x /opt/udp-proxy/panel/disable.sh
    Langkah 4: Aktivasi Dan Verifikasi Akhir
    Sekarang kita akan mengaktifkan semuanya dan memastikan berjalan sempurna.
    1.Aktifkan Penjaga menggunakan panel:
    sudo /opt/udp-proxy/panel/enable.sh
    2.Periksa status layanan. Harus active (running):
    sudo systemctl status udp-enforcer.service
    Output yang diharapkan:
    ● udp-enforcer.service - UDP Multi-Login Enforcer Service
         Loaded: loaded (/etc/systemd/system/udp-enforcer.service; enabled; vendor preset: enabled)
         Active: **active (running)** since ...
    3.Periksa log untuk memastikan skrip berjalan:
    sudo journalctl -u udp-enforcer.service -f
    4.Verifikasi aturan iptables ada di posisi teratas:
    sudo iptables -L INPUT -n --line-numbers
    Pastikan aturan yang mengarah ke UDP_ENFORCER ada di nomor 1.
    Sistem Anda sekarang seharusnya sudah siap dan berjalan dengan benar!
    Untuk mempermudah penggunaan script yang telah kita buat di atas,kita akan membuat menu panel sederhana di postingan berikutnya : Membuat Menu Panel Hunter
  • Update Script Monitoring UDP V3

    update_script_monitoring_udp
    Postingan ini adalah kelanjutan dari postingan sebelumnya dengan Judul Membuat Panel Monitoring UDP V2
    Cara Menggunakan:
    1.Buka file dengan perintah: sudo nano /opt/udp-proxy/bin/monitorpanel.sh
    sudo nano /opt/udp-proxy/bin/monitorpanel.sh
    2.Hapus semua isi file lama
    3.Copy dan paste script di atas ke dalam file
    4.Simpan dengan Ctrl+X, lalu Y, lalu Enter
    5.Jalankan panel dengan perintah: bash /opt/udp-proxy/bin/monitorpanel.sh
    bash /opt/udp-proxy/bin/monitorpanel.sh
    6.Untuk menampilkan panel menu cukup ketik monitorpanel pada terminal
    monitorpanel
    Script Monitoring UDP V3
    Terminal
  • My Profile In SOSMED

    ADDRESS

    Jalan Raya Badau Km.11 Rt.06/02 Tanjung Pandan Belitung 33451

    EMAIL

    purwana.cecep@gmail.com
    uraxarixteamxxx@gmail.com

    Telephone

    +628197887769